KEIKHLASAN CINTA
Perasaan yang baru
terungkapkan, Allah kalau waktu bisa diulangi aku ingin mengembalikan rasa ini
pada pemiliknya. Biarlah rasa ini hadir disaat jodoh itu menghitung hari, biar
ia bersemi pada puncaknya bukan saat ini, menunggu dalam kesabaran itulah yang
aku lakukan sekarang. Allah aku bukan perempuan yang sholehah, bukan aktivis
kampus yang kebanyakan berjilbaber, aku juga bukan perempuan yang kebanyakan
diidam-idam para ikhwan-ikhwan yang sholeh. Tapi aku ingin menuju kesana dan menjadi
wanita yang sholelah, menjadi seorang Ainul Mardhiyya disyurga sana. Aku bukan
perempuan yang suci, tapi ingin menuju kesucian itu. Aku perempuan biasa yang
ingin juga menjaga hati ini. Allah aku mencintainya karena-Mu, apakah benar
dengan perasaan ini, aku tau cinta yang belum diikat dengan ikrar Ijab Qobul,
belum cinta yang sesungguhnya. Mungkin bisa dibilang cinta karena nafsu, tapi
bukan itu tujuanku mencintainya. Aku mencintainya benar-benar mencintai, bukan
permainan sebuah perasaan atau permainan hati, cinta ini ingin kusemai 100%
kalau memang aku sudah halal untuknya nanti.
“Ada
apa dengan kamu fhi?, dari tadi bunda lihat kamu menangis terus. Ceritakan sama
bunda kalau ada masalah.”
“Bunda,
aku sangat merindukan seseorang bun. Aku takut perasaan ini melampaui rasa
rindu dan cintaku sama Allah.”
“Siapa
yang kamu rindui sayang, ternyata anak bunda udah dewasa. Kamu sadar dengan apa
yang kamu rasa.”
“maksud
bunda?”
“Bunda ingin kamu
mengerti. Emang siapa orangnya? Apakah bunda kenal, dan dimana dia sekarang?
Apakah teman satu kampusmu?”
Itu tudingan
bunda, seakan-akan ia ingin tau semuanya, tapi aku rasa itu juga rasa kasih
sayangnya padaku, ah..lebih baik aku ceritakan sama bunda, rasa ini harusku
bagi, kalau gak aku akan sangat sesak dengan perasaan ini..(dalam hati fhi)
“Bunda, dia adalah
teman sekelasku waktu Aliyah dulu, sebenarnya sudah lama aku menyimpan perasaan
ini begitupun dengannya, tapi baru akhir-akhir perasaan itu terungkapkan. Aku
sangat mencintanya bunda, bahkan rasa rindu ini menjadi-jadi. Ia gak disini,
sekarang dia lagi nuntut ilmu di tangerang sana. Bunda aku hanya takut rasa ini
melebihi rasaku pada Allah, aku takut karena rasa ini melalaikanku mengingat
Allah, aku memang bukan wanita yang suci bun, tapi aku ingin menuju kesucian
itu. Sekarang dia lagi proses penghafalan Alquran bun. Aku juga takut dengan
perasaanya, aku takut hafalannya akan terganggu. Aku gak mau itu terjadi
padanya.”
“jadi gimana, apa
yang mau kamu perbuatkan? Apa kamu akan memutuskan rasa yang telah terpendam
lama lalu kamu akhiri begitu saja?...”
“itulah bun, fhi
bingung.”
“sayangku kamu
harus denger bunda, ketika dia jauh darimu dan kamu selalu mendo’akannya dalam
setiap sholatmu, itulah yang dinamakan KEIHKLASAN CINTA, Sayang. Kamu harus
sabar dengan perasaan itu, bunda yakin dia juga merasakan hal yang sama dengan
apa yang kamu rasa saat ini, dia juga mencoba untuk bersabar.”
“hemmm..iya bun,
fhi ngerti. Tolong kuatkan fhi akan rasa ini bun, fhi butuh seseorang tuk
mengungkapkan perasaan ini.”
“Sayangku, apa
kamu lupa. Kamu punya Allah Rabbul ‘izzati yang Maha Memiliki rasa cinta dan
Penguasa rasa itu, curhatlah sama Allah, dia mengerti perasaan kalian, dia
melihat kegigihan kalian ingin menjaga kesucian cinta itu, insyaAllah moga
Allah meridhoi....Yakinlah itu, ia Maha tau apa Yang terbaik untuk
hambanya..ya!!!”
“Terimakasih bun,
sekarang fhi yakin dan berusaha untuk bersabar. ”
“ Bagus, itu baru
anak bunda yang caem...”
“ Ih bunda..”
“ Ya sudah,
sekarang kamu temenin bunda kepasar. Sudah selesaikan dhuha nya?”
“ Siap bun...!!!”
Itulah sebuah perasaan yang Allah anugrahkan
untuk hamba-hambanya, rasa cinta yang memiliki makna yang luar biasa kalau
mereka yang mengataskan nama cinta[1]
itu paham, subahanaAllah tidak ada lagi statement
yang menyatakan “ATAS NAMA CINTA”. Sebatas itukah makna cinta yang sesungguhnya bagi
mereka, ah...terlalu dangkal pemikiran mereka. Kenapa mereka harus merusak
makna cinta yang Allah anugrahkan di hati setiap hamba-hamba-NYA. Mungkin
mereka belum mengerti makna cinta yang sesungguhnya.
“Allah,
Sesungguhnya Engkau tau, bahwa hati ini telah berpadu, berhimpun dalam naungan
cintaMU, bertemu dalam perjuangan menegakkan syari’at dalam kehidupan.
Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya,
sinarilah dengan cahaya yang tak pernah padam, Ya Rabbi bimbinglah kami,
lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakkal padaMU,
hidupkanlah dengan Ma’rifahMU, matikan dalam syahid di jalanMU. Sesungguhnya
Engkau pelindung dan pembela,..Ya Rabbi bimbinglah kami..Aaamiinn Allahumma
Aaminnn ”
(dalam do’a ia
berharap akan kekuatan cinta dan kesabaran cinta)
Tiga tahun adalah
waktu yang sangat singkat seriring berjalannya, tapi tiga tahun membutuhkan
kesabaran yang luar biasa untuk menunggu diikrarkannya ijab qobul itu. Itulah
fhi dengan perasaannya. Seorang ikhwan yang ia impikan selama ini 1/3 ia
dapatkan perasaanya, tapi belum seutuhnya, karena sebelum ijab qobul diikrarkan
tetap ada syari’at yang membataskan.
Ya allahu Ya
Rabbi..Ya Allahu Ya Rabbi..(lagu Wali band berbunyi lewat Ponsel fhi,
menandakan ada yang ngebel), dengan sigap ia meraih ponselnya diatas meja
belajar.
“ Hallo
Assalamu’alaikum, denga siapa saya bicara?”
“Wa’alikusalam,
maaf. Ini dengan mbk fhi?”
“ Ia saya sendiri,
dengan siapa dan ada apa ya?”
“ini saya ziza
adiknya mas Rafiq mbk.”
Serr.., ada rasa
khawatir dihatinya.tidak biasanya adik mas Rafiq menelpon, ada apa
sesungguhnya. (bisik fhi dalam hati)
“oh, ziza. Ya
Masmu sering membicarakan kamu, ada apa za? Ada yang bisa mbk bantu.”
“ini mbk...heemm...hemm..”
“bicara za, gak
apa-apa.”
“ini mbk, mbk ada waktu hari ini?”
“ow..mau ketemuan,
ya alhamdulillah mbk lagi g’da jadwal hari ini, dimana ketemuannya?.”
“iya mbk ziza mau
ngomong sesuatu tentang Mas Rafiq”
Hah, tentang Mas
Rafiq. Tentang apa?...aku harap ini jawaban kenapa Mas Rafiq sudah hampir 3
bulan gak ngasih kabar.(bisik fhi)
“ Mbk, masih
dengar ziza?..hallo Mbk..”
Iya terhenyak dri
lamunannya.
“iya hallo ziza,
boleh, dimana ketemuannya?...”
“Di taman dekat
BKB dan jam 2 siang gimana Mbk?..”
“oh iya, ok mbk
tunggu atau ziza yang bakalan nuggu mbk, ok??...”
“ok siip mbk, oya
ziza make jijbab and baju warna merah jambu, so rok warna hitam. ”
“oke deh, mbk juga
pengen nyamain ziza, kostum mbk sama kayak ziza ok.”
“eh mbk ada-ada
saja, ok lah kalau begitu..see you at BKB mbk. Assalamu’alaikum”
“See you,
wa’alaikusamalam.”
Pukul menunjukkan jam 14.00 siang, fhi
siap-siap menuju taman BKB,.sampai disana fhi
melihat gadis mungil hitam manis telah duduk sambil terus melihat jam
terikat ditangannya. Dengan kostum yang mereka janjikan. Mereka memang belum
pernah bertemu satu sama lain.
Itu
pasti ziza (bisik fhi)
“Assalamu’alaikum,
ziza?”
Fhi
mencoba tuk tersenyum meyakinkan bahwa gadis itu bernama ziza.
“ iya, mbk fhi?”
“ Yupz, pa kabar
za?”
Mereka bersalaman
satu sama lain.
“ ayo za, duduk
dikursi sana, pohonnya lebih rindang.”
“oke cabut...”
Mereka
bergandengan tangan menuju tempat yang
nyaman, seakan-akan mereka telah saling kenal satu sama lain.
“ gimana za, mau
ngomong apa tentang Masmu.”
“anu hemmm..gini
mbk, sebenarnya...”
“kenapa za,..gak
apa-apa. Cerita sama mbk.”
“ Ini mbk ada
titipan surat dari Mas Rafiq, Mas rafiq bilang ziza hanya boleh nitip ini,
g’perlu cerita apa-apa. Katanya dalam surat ini sudah jelas penjelasannya.”
Ada apa sebenarnya
yang terjadi, kenapa hanya lewat surat ini yang termaktub. Aku bingung dengan
semua ini. (bisik ziza)
Ia terima surat
itu dengan hati yang tak menentu
“ Makasih ya
za,..gimana kabar Masmu?...dah lama Mbk gak kontak sama Masmu.”
“ Mas Rafiq baik-baik
saja Mbk, oya dia juga minta maaf gak pernah ngasih kabar sama Mbk. Katanya
sich sibuk githu.”
“ Oya, gak
apa-apa. Mbk ngerti kok.”
“Oya mbk, ziza ada
kulyah jam 3. Ziza mau pamit dulu ya mbk. Maaf telah mengganggu waktu mbk.”
“gak apa-apa za,
lagian mbk juga mau kepasar ada titipan dari bunda mbk. Kapan-kapan kita
ketemuan lagi ya, atau ziza main kerumah mbk. Dekat kok dari sini, entar mbk
jemput deh.”
“ Oke mbk, ziza
duluan ya, Assalamu’alaikum.”
“wa’alaikumsalam”
Kini tinggal fhi
termenung dalam kesendirian, ia termangu dengan surat beramplopkan berwarna
biru langit ditangannya. Berjuta rasa yang membuatnya menjadi sedikit bingung
dan tak sabar membukanya, ingin segera ia buka surat itu, tapi diurungkannya
niat itu. Ia segera bergegas menuju pasar dan ingin cepat-cepat sampai dirumah.
Setiba dirumah ia
langsung menuju kamar, ditutupnya pintu kamarnya. Ia segera menuju kamar mandi
untuk berwudhu, ia segera shalat ashar. Selesai shalat dengan segera ia
mengambil surat yang dititip ziza didalam tasnya. Tak sabar ia ingin
membacanya. Dibukanya perlahan-lahan surat itu.
Alangkah
terkejutnya fhi saat membuka amplop itu, ia menemukan sebuah cincin. Dan
cepat-cepat ia membaca suratnya.
Assalamu’alaikum,W,Wb
Dear
Adinda yang di rahmati Allah, InsyaAllah
Maaf
sebelumnya dengan kedatangan surat ini membuat Adinda sedikit kaget atau
mungkin heran. Gak bermaksud membuat adinda berpikir keras akan kedatangan
surat ini, Mas haraf Adinda dalam keadaan sehat wal’afiat, begitupun Mas disini
InsyaAllah sehat wal’afiat.
Seribu
kata maaf juga, 2 bulan akhir ini Mas tidak memberi kabar apa-apa sama Adinda,
dan maaf juga SMS adinda tidak pernah dibalas. Mungkin langsung saja Mas
ceritakan maksud kedatangan surat ini.
Dik,
sejujurnya Mas masih sangat mencintai Adinda. Rasa cinta yang telah lama Mas
pendam ini tak bisa dengan mudahnya Mas akhiri dan lupakan begitu saja,
terimakasih juga ketulusan cinta Adinda pada Mas. Sejujurnya tak tega Mas harus
mencritakan hal ini pada dik fhi, tapi mas rasa akan lebih berdosanya mas kalau
masalah ini tak Mas ceritakan sama Adinda.
Dik,
tanggal 25 desember ini mas akan melaksanakan akad nikah dengan seorang putri
Kiai Pimpinan Pondok Mas mengabdi sekarang. Maaf kalau berita ini membuat
hancurnya hati Adinda, tapi mas yakin adinda adalah wanita Sholehah yang akan
mengerti dan bersabar serta menerima dengan hati ikhlas walau berat.
Saat
mas ditawari untuk menikahi Putri Kiai itu, Maaf, mas tak kuasa tuk menolak.
Itulah salah satu kelemahan Mas, seperti yang adinda sering bilang mungkin Mas
kurang tegas menjadi seorang laki-laki. Tapi, dik saat itu adalah hal yang
sangat membuat Mas terpukul. Dan jujur, sekali lagi Mas benar-benar tak kuasa
menolak, karena Kiai Pondok begitu sangat baik pada Mas, dan Mas pikir kapan
lagi Mas akan membalas jasa-jasanya selama ini walau harus mengorbankan Adinda
dan membuat hancurnya hati Adinda. Dan disisi lain Mas ingin menyelamatkan
putri Kiai itu, beliau punya masalah yang tak bisa Mas ceritakan sama Adinda.
Dik,
sejujurnya, sampai Saat ini Mas masih sangat mencintaimu, diri ini sangat
merindui adinda yang jauh disana, niat ingin melamar Adinda akan terhenti
sampai disini, mas yakin Kalau Adinda adalah jodoh yang allah tulis diLauhil
Mahfuz untuk Mas, Kita akan Berjodoh walau entah dengan cara apa Allah akan
menyatukan kita. Mungkin suatu hal yang mustahil saat ini karena Mas telah
mempersunting orang lain, Tapi tiada hal yang tak mungkin kalau Allah sudah
berkehendak. Mas sangat mencintai Adinda, sebenarnya Mas tak punya perasaan
apa-apa dengan wanita itu, tapi Mas juga tak kuasa tuk menolak, saat ini mas
belajar tuk mencintanya. Percayalah sampai saat ini masih ada separuh cinta
Adinda dihati Mas. Mungkin Mas berdosa, masih mencintai Adinda sedangkan mas
sudah mempersunting wanita lain. Tapi mas juga Manusia yang lemah, Mas tak
kuasa dengan semua ini. Dik, sebelum Mas memutuskan semua ini Mas telah shalat
istikharah. Mas serahkan saja semuanya pada Allah, dan mas juga serahkan Adinda
sama Allah.
Dik,
Mas haraf adinda mengerti dan Ikhlas dengan ketentuan Allah, ia punya rencana
yang luar biasa dibalik semua ini. Maaf beribu-ribu maaf telah membuat perasaan
Adinda hancur, mas yakin Adinda adalah wanita yang penyabar. Yakinlah dengan
dengan ketentuannya, serahkan saja semuanya pada Allah. Semoga Adinda
mendapatkan pendamping hidup yang jauh lebih baik dari Mas, yang benar-benar
bisa menjadi imam yang baik buat Adinda dan anak-anak Adinda nanti, jadi lah
istri yang sholehah nantinya.
Oya,
Mas lupa, itu adalah cincin yang telah lama Mas simpan. Cincin itu sengaja mas
beli untuk adinda, Mas rasa Adinda berhak untuk mendapatkannya, Anggap saja itu
adalah kenangan terakhir dari Mas. Mas harap Adinda mau menerimanya dan
Memakainya.
Dik, Mas mengerti perasaan Adinda. Hanya kata maaf yang bisa Mas
ungkapkan. Semoga Allah memberi jalan hidup yang jauh lebih baik buat Adinda.
Mas haraf jangan putuskan silaturrahmi yang telah terjalin lama ini, Mas Sangat
menyayangi dan mencintai Adinda.
Dik, mungkin cukup sampai disini, Mas gak tau lagi apa yang harus Mas
ungkapkan, sekali lagi Mas minta Maaf.
Wassalamu’alaikum,wr,wb
Masmu selalu
“ Sayang ku...
bangun. Dah jam tujuh pagi,...”
“Heemmm....hah,
jam tujuh pagi. Ya, Allah Mas, Maafkan fhi. Fhi ketiduran.”
Ya Allah ternyata
tadi hanya bunga tidurku, mimpi yang merekam kembali ingatanku 1 tahun yang
lalu,..heemmm (bisik fhi dalam hati).
“Mas, fhi
benar-benar minta maaf.”
“ Gak apa-apa
sayangku...”
“Tapi, Mas udah
mau berangkat kerja?...Mas fhi minta maaf, sarapan dan pakaian Mas gimana?..Maafin Fhi mas”
Fhi terus banyak
tanya, ia merasa bersalah pada suaminya. Pagi itu ia tak melayani suaminya
seperti biasa.
“ Gak apa-apa
sayangku, cintaku, semua pekerjaan rumah sudah beres dan Mas juga sudah buat
sarapan buat istri Mas tercinta, hari ini Mas minta cuti satu hari, Mas gak
ngantor, Mas ingin bersama Adinda hari ini 1 hari Full, jarang-jarangkan.”
“ Mas cuti untuk
fhi?...mas juga sudah membereskan semuanya...Ya Allah Mas, fhi benar-benar
minta Maaf . .”
“ Gak apa-apa
sayangku, hari ini Adinda akan menjadi tuan putri Mas, mas akan melayani adinda
sepuas adinda, tadi mas lihat sepertinya adinda capek banget, tidurnya pulas
gitu, untung lagi gak shalat, liat tu laptopnya masih terbuka kayak gitu, emang
semalam sampe jam berapa buat ceritanya?”
“ hehehe..maaf
mas, habis semalam nyelesain semua cerpen-cerpen yang sempat tertunda, jadi
tidurnya lumayan malam.”
“ ya sudah sekarang Adinda mandi so sarapan
dan siap-siap secantik mungkin, mas pengen ngajak Adinda ke suatu tempat,
Adinda pasti seneng, ok. Sana cepet.”
“ Ok bos, Makasih
banyak ya suamiku tercinta... love you so much, mmmuuaacch”
“ Ya sudah mas
angkat telepon dulu, sana cepat mandi”
Suami fhi beranjak menuju luar kamar,
sedangkan ia masih termenung dengan memikirkan mimpi nya semalam, ia senang
dianugrahi Suami yang Sholeh lagi penyayang dan sangat mencintainya.
Hemmm..Mas Rafiq
adalah anugrah yang terbesar dalam hidupku, Seseorang yang takkan ku sia-siakan
kehadirannya. Aku sangat mencintaimu Mas....(bisik fhi).
Special for : Ustazd
Bro ku
[1] Melakukan maksiat atas nama cinta, (sering kita dengar muda-mudi
sekarang karena cinta, mereka melakukan hal-hal yang tak seharusnya mereka
lakukan)
Hallo.. Berjumpa lagi bersama kami S128Cash Bandar Betting Online Terpopuler dan Terbesar di Indonesia, ingin mengajak Anda bergabung bersama kami.
BalasHapusKami selaku Bandar Betting Online Terpopuler dan Terbesar, pastinya menyediakan semua permainan Terbaik, seperti Sportsbook, Live Casino, Sabung Ayam Online, IDN Poker dan masih banyak permainan lainnya.
Hanya dengan minimal deposit Rp 25.000,- Anda sudah dapat menikmati semua permainan yang ada dan juga dapat mengikti PROMO BONUS yang tersedia.
Berikut PROMO BONUS S128Cash :
- BONUS NEW MEMBER 10%
- BONUS DEPOSIT SETIAP HARI 5%
- BONUS CASHBACK 10%
- BONUS 7x KEMENANGAN BERUNTUN !!
Apalagi yang Anda tunggu? Segera bergabung bersama kami dan raih kemenangan Anda.
Hubungi kami :
- Livechat : Live Chat Judi Online
- WhatsApp : 081910053031
Link Alternatif :
- http://www.s128cash.biz
Judi Bola
Judi Bola 123