Senin, 12 Maret 2012

cerpenku


KEIKHLASAN CINTA

Perasaan yang baru terungkapkan, Allah kalau waktu bisa diulangi aku ingin mengembalikan rasa ini pada pemiliknya. Biarlah rasa ini hadir disaat jodoh itu menghitung hari, biar ia bersemi pada puncaknya bukan saat ini, menunggu dalam kesabaran itulah yang aku lakukan sekarang. Allah aku bukan perempuan yang sholehah, bukan aktivis kampus yang kebanyakan berjilbaber, aku juga bukan perempuan yang kebanyakan diidam-idam para ikhwan-ikhwan yang sholeh. Tapi aku ingin menuju kesana dan menjadi wanita yang sholelah, menjadi seorang Ainul Mardhiyya disyurga sana. Aku bukan perempuan yang suci, tapi ingin menuju kesucian itu. Aku perempuan biasa yang ingin juga menjaga hati ini. Allah aku mencintainya karena-Mu, apakah benar dengan perasaan ini, aku tau cinta yang belum diikat dengan ikrar Ijab Qobul, belum cinta yang sesungguhnya. Mungkin bisa dibilang cinta karena nafsu, tapi bukan itu tujuanku mencintainya. Aku mencintainya benar-benar mencintai, bukan permainan sebuah perasaan atau permainan hati, cinta ini ingin kusemai 100% kalau memang aku sudah halal untuknya nanti.
            “Ada apa dengan kamu fhi?, dari tadi bunda lihat kamu menangis terus. Ceritakan sama bunda kalau ada masalah.”
            “Bunda, aku sangat merindukan seseorang bun. Aku takut perasaan ini melampaui rasa rindu dan cintaku sama Allah.”
            “Siapa yang kamu rindui sayang, ternyata anak bunda udah dewasa. Kamu sadar dengan apa yang kamu rasa.”
            “maksud bunda?”
“Bunda ingin kamu mengerti. Emang siapa orangnya? Apakah bunda kenal, dan dimana dia sekarang? Apakah teman satu kampusmu?”
Itu tudingan bunda, seakan-akan ia ingin tau semuanya, tapi aku rasa itu juga rasa kasih sayangnya padaku, ah..lebih baik aku ceritakan sama bunda, rasa ini harusku bagi, kalau gak aku akan sangat sesak dengan perasaan ini..(dalam hati fhi)
“Bunda, dia adalah teman sekelasku waktu Aliyah dulu, sebenarnya sudah lama aku menyimpan perasaan ini begitupun dengannya, tapi baru akhir-akhir perasaan itu terungkapkan. Aku sangat mencintanya bunda, bahkan rasa rindu ini menjadi-jadi. Ia gak disini, sekarang dia lagi nuntut ilmu di tangerang sana. Bunda aku hanya takut rasa ini melebihi rasaku pada Allah, aku takut karena rasa ini melalaikanku mengingat Allah, aku memang bukan wanita yang suci bun, tapi aku ingin menuju kesucian itu. Sekarang dia lagi proses penghafalan Alquran bun. Aku juga takut dengan perasaanya, aku takut hafalannya akan terganggu. Aku gak mau itu terjadi padanya.”
“jadi gimana, apa yang mau kamu perbuatkan? Apa kamu akan memutuskan rasa yang telah terpendam lama lalu kamu akhiri begitu saja?...”
“itulah bun, fhi bingung.”
“sayangku kamu harus denger bunda, ketika dia jauh darimu dan kamu selalu mendo’akannya dalam setiap sholatmu, itulah yang dinamakan KEIHKLASAN CINTA, Sayang. Kamu harus sabar dengan perasaan itu, bunda yakin dia juga merasakan hal yang sama dengan apa yang kamu rasa saat ini, dia juga mencoba untuk bersabar.”
“hemmm..iya bun, fhi ngerti. Tolong kuatkan fhi akan rasa ini bun, fhi butuh seseorang tuk mengungkapkan perasaan ini.”
“Sayangku, apa kamu lupa. Kamu punya Allah Rabbul ‘izzati yang Maha Memiliki rasa cinta dan Penguasa rasa itu, curhatlah sama Allah, dia mengerti perasaan kalian, dia melihat kegigihan kalian ingin menjaga kesucian cinta itu, insyaAllah moga Allah meridhoi....Yakinlah itu, ia Maha tau apa Yang terbaik untuk hambanya..ya!!!”
“Terimakasih bun, sekarang fhi yakin dan berusaha untuk bersabar. ”
“ Bagus, itu baru anak bunda yang caem...”
“ Ih bunda..”
“ Ya sudah, sekarang kamu temenin bunda kepasar. Sudah selesaikan dhuha nya?”
“ Siap bun...!!!”
 Itulah sebuah perasaan yang Allah anugrahkan untuk hamba-hambanya, rasa cinta yang memiliki makna yang luar biasa kalau mereka yang mengataskan nama cinta[1] itu paham, subahanaAllah tidak ada lagi statement  yang menyatakan “ATAS NAMA CINTA”. Sebatas itukah makna cinta yang sesungguhnya bagi mereka, ah...terlalu dangkal pemikiran mereka. Kenapa mereka harus merusak makna cinta yang Allah anugrahkan di hati setiap hamba-hamba-NYA. Mungkin mereka belum mengerti makna cinta yang sesungguhnya.
“Allah, Sesungguhnya Engkau tau, bahwa hati ini telah berpadu, berhimpun dalam naungan cintaMU, bertemu dalam perjuangan menegakkan syari’at dalam kehidupan. Kuatkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukilah jalan-jalannya, sinarilah dengan cahaya yang tak pernah padam, Ya Rabbi bimbinglah kami, lapangkanlah dada kami dengan karunia iman dan indahnya tawakkal padaMU, hidupkanlah dengan Ma’rifahMU, matikan dalam syahid di jalanMU. Sesungguhnya Engkau pelindung dan pembela,..Ya Rabbi bimbinglah kami..Aaamiinn Allahumma Aaminnn ”
(dalam do’a ia berharap akan kekuatan cinta dan kesabaran cinta)
Tiga tahun adalah waktu yang sangat singkat seriring berjalannya, tapi tiga tahun membutuhkan kesabaran yang luar biasa untuk menunggu diikrarkannya ijab qobul itu. Itulah fhi dengan perasaannya. Seorang ikhwan yang ia impikan selama ini 1/3 ia dapatkan perasaanya, tapi belum seutuhnya, karena sebelum ijab qobul diikrarkan tetap ada syari’at yang membataskan.
Ya allahu Ya Rabbi..Ya Allahu Ya Rabbi..(lagu Wali band berbunyi lewat Ponsel fhi, menandakan ada yang ngebel), dengan sigap ia meraih ponselnya diatas meja belajar.
“ Hallo Assalamu’alaikum, denga siapa saya bicara?”
“Wa’alikusalam, maaf. Ini dengan mbk fhi?”
“ Ia saya sendiri, dengan siapa dan ada apa ya?”
“ini saya ziza adiknya mas Rafiq mbk.”
Serr.., ada rasa khawatir dihatinya.tidak biasanya adik mas Rafiq menelpon, ada apa sesungguhnya. (bisik fhi dalam hati)
“oh, ziza. Ya Masmu sering membicarakan kamu, ada apa za? Ada yang bisa mbk bantu.”
“ini mbk...heemm...hemm..”
“bicara za, gak apa-apa.”
“ini mbk,  mbk ada waktu hari ini?”
“ow..mau ketemuan, ya alhamdulillah mbk lagi g’da jadwal hari ini, dimana ketemuannya?.”
“iya mbk ziza mau ngomong sesuatu tentang Mas Rafiq”
Hah, tentang Mas Rafiq. Tentang apa?...aku harap ini jawaban kenapa Mas Rafiq sudah hampir 3 bulan gak ngasih kabar.(bisik fhi)
“ Mbk, masih dengar ziza?..hallo Mbk..”
Iya terhenyak dri lamunannya.
“iya hallo ziza, boleh, dimana ketemuannya?...”
“Di taman dekat BKB dan jam 2 siang gimana Mbk?..”
“oh iya, ok mbk tunggu atau ziza yang bakalan nuggu mbk, ok??...”
“ok siip mbk, oya ziza make jijbab and baju warna merah jambu, so rok warna hitam. ”
“oke deh, mbk juga pengen nyamain ziza, kostum mbk sama kayak ziza ok.”
“eh mbk ada-ada saja, ok lah kalau begitu..see you at BKB mbk. Assalamu’alaikum”
“See you, wa’alaikusamalam.”
Pukul menunjukkan jam 14.00 siang, fhi siap-siap menuju taman BKB,.sampai disana fhi  melihat gadis mungil hitam manis telah duduk sambil terus melihat jam terikat ditangannya. Dengan kostum yang mereka janjikan. Mereka memang belum pernah bertemu satu sama lain.
            Itu pasti ziza (bisik fhi)
            “Assalamu’alaikum, ziza?”
            Fhi mencoba tuk tersenyum meyakinkan bahwa gadis itu bernama ziza.
“ iya, mbk fhi?”
“ Yupz, pa kabar za?”
Mereka bersalaman satu sama lain.
“ ayo za, duduk dikursi sana, pohonnya lebih rindang.”
“oke cabut...”
Mereka bergandengan  tangan menuju tempat yang nyaman, seakan-akan mereka telah saling kenal satu sama lain.
“ gimana za, mau ngomong apa tentang Masmu.”
“anu hemmm..gini mbk, sebenarnya...”
“kenapa za,..gak apa-apa. Cerita sama mbk.”
“ Ini mbk ada titipan surat dari Mas Rafiq, Mas rafiq bilang ziza hanya boleh nitip ini, g’perlu cerita apa-apa. Katanya dalam surat ini sudah jelas penjelasannya.”
Ada apa sebenarnya yang terjadi, kenapa hanya lewat surat ini yang termaktub. Aku bingung dengan semua ini. (bisik ziza)
Ia terima surat itu dengan hati yang tak menentu
“ Makasih ya za,..gimana kabar Masmu?...dah lama Mbk gak kontak sama Masmu.”
“ Mas Rafiq baik-baik saja Mbk, oya dia juga minta maaf gak pernah ngasih kabar sama Mbk. Katanya sich sibuk githu.”
“ Oya, gak apa-apa. Mbk ngerti kok.”
“Oya mbk, ziza ada kulyah jam 3. Ziza mau pamit dulu ya mbk. Maaf telah mengganggu waktu mbk.”
“gak apa-apa za, lagian mbk juga mau kepasar ada titipan dari bunda mbk. Kapan-kapan kita ketemuan lagi ya, atau ziza main kerumah mbk. Dekat kok dari sini, entar mbk jemput deh.”
“ Oke mbk, ziza duluan ya, Assalamu’alaikum.”
“wa’alaikumsalam”
Kini tinggal fhi termenung dalam kesendirian, ia termangu dengan surat beramplopkan berwarna biru langit ditangannya. Berjuta rasa yang membuatnya menjadi sedikit bingung dan tak sabar membukanya, ingin segera ia buka surat itu, tapi diurungkannya niat itu. Ia segera bergegas menuju pasar dan ingin cepat-cepat sampai dirumah.
Setiba dirumah ia langsung menuju kamar, ditutupnya pintu kamarnya. Ia segera menuju kamar mandi untuk berwudhu, ia segera shalat ashar. Selesai shalat dengan segera ia mengambil surat yang dititip ziza didalam tasnya. Tak sabar ia ingin membacanya. Dibukanya perlahan-lahan surat itu.
Alangkah terkejutnya fhi saat membuka amplop itu, ia menemukan sebuah cincin. Dan cepat-cepat ia membaca suratnya.



Assalamu’alaikum,W,Wb
Dear Adinda yang di rahmati Allah, InsyaAllah
Maaf sebelumnya dengan kedatangan surat ini membuat Adinda sedikit kaget atau mungkin heran. Gak bermaksud membuat adinda berpikir keras akan kedatangan surat ini, Mas haraf Adinda dalam keadaan sehat wal’afiat, begitupun Mas disini InsyaAllah sehat wal’afiat.
Seribu kata maaf juga, 2 bulan akhir ini Mas tidak memberi kabar apa-apa sama Adinda, dan maaf juga SMS adinda tidak pernah dibalas. Mungkin langsung saja Mas ceritakan maksud kedatangan surat ini.
Dik, sejujurnya Mas masih sangat mencintai Adinda. Rasa cinta yang telah lama Mas pendam ini tak bisa dengan mudahnya Mas akhiri dan lupakan begitu saja, terimakasih juga ketulusan cinta Adinda pada Mas. Sejujurnya tak tega Mas harus mencritakan hal ini pada dik fhi, tapi mas rasa akan lebih berdosanya mas kalau masalah ini tak Mas ceritakan sama Adinda.
Dik, tanggal 25 desember ini mas akan melaksanakan akad nikah dengan seorang putri Kiai Pimpinan Pondok Mas mengabdi sekarang. Maaf kalau berita ini membuat hancurnya hati Adinda, tapi mas yakin adinda adalah wanita Sholehah yang akan mengerti dan bersabar serta menerima dengan hati ikhlas walau berat.
Saat mas ditawari untuk menikahi Putri Kiai itu, Maaf, mas tak kuasa tuk menolak. Itulah salah satu kelemahan Mas, seperti yang adinda sering bilang mungkin Mas kurang tegas menjadi seorang laki-laki. Tapi, dik saat itu adalah hal yang sangat membuat Mas terpukul. Dan jujur, sekali lagi Mas benar-benar tak kuasa menolak, karena Kiai Pondok begitu sangat baik pada Mas, dan Mas pikir kapan lagi Mas akan membalas jasa-jasanya selama ini walau harus mengorbankan Adinda dan membuat hancurnya hati Adinda. Dan disisi lain Mas ingin menyelamatkan putri Kiai itu, beliau punya masalah yang tak bisa Mas ceritakan sama Adinda.
Dik, sejujurnya, sampai Saat ini Mas masih sangat mencintaimu, diri ini sangat merindui adinda yang jauh disana, niat ingin melamar Adinda akan terhenti sampai disini, mas yakin Kalau Adinda adalah jodoh yang allah tulis diLauhil Mahfuz untuk Mas, Kita akan Berjodoh walau entah dengan cara apa Allah akan menyatukan kita. Mungkin suatu hal yang mustahil saat ini karena Mas telah mempersunting orang lain, Tapi tiada hal yang tak mungkin kalau Allah sudah berkehendak. Mas sangat mencintai Adinda, sebenarnya Mas tak punya perasaan apa-apa dengan wanita itu, tapi Mas juga tak kuasa tuk menolak, saat ini mas belajar tuk mencintanya. Percayalah sampai saat ini masih ada separuh cinta Adinda dihati Mas. Mungkin Mas berdosa, masih mencintai Adinda sedangkan mas sudah mempersunting wanita lain. Tapi mas juga Manusia yang lemah, Mas tak kuasa dengan semua ini. Dik, sebelum Mas memutuskan semua ini Mas telah shalat istikharah. Mas serahkan saja semuanya pada Allah, dan mas juga serahkan Adinda sama Allah.
Dik, Mas haraf adinda mengerti dan Ikhlas dengan ketentuan Allah, ia punya rencana yang luar biasa dibalik semua ini. Maaf beribu-ribu maaf telah membuat perasaan Adinda hancur, mas yakin Adinda adalah wanita yang penyabar. Yakinlah dengan dengan ketentuannya, serahkan saja semuanya pada Allah. Semoga Adinda mendapatkan pendamping hidup yang jauh lebih baik dari Mas, yang benar-benar bisa menjadi imam yang baik buat Adinda dan anak-anak Adinda nanti, jadi lah istri yang sholehah nantinya.
Oya, Mas lupa, itu adalah cincin yang telah lama Mas simpan. Cincin itu sengaja mas beli untuk adinda, Mas rasa Adinda berhak untuk mendapatkannya, Anggap saja itu adalah kenangan terakhir dari Mas. Mas harap Adinda mau menerimanya dan Memakainya.
Dik, Mas mengerti perasaan Adinda. Hanya kata maaf yang bisa Mas ungkapkan. Semoga Allah memberi jalan hidup yang jauh lebih baik buat Adinda. Mas haraf jangan putuskan silaturrahmi yang telah terjalin lama ini, Mas Sangat menyayangi dan mencintai Adinda.
Dik, mungkin cukup sampai disini, Mas gak tau lagi apa yang harus Mas ungkapkan, sekali lagi Mas minta Maaf.
Wassalamu’alaikum,wr,wb
Masmu selalu




“ Sayang ku... bangun. Dah jam  tujuh pagi,...”
“Heemmm....hah, jam tujuh pagi. Ya, Allah Mas, Maafkan fhi. Fhi ketiduran.”
Ya Allah ternyata tadi hanya bunga tidurku, mimpi yang merekam kembali ingatanku 1 tahun yang lalu,..heemmm (bisik fhi dalam hati).
“Mas, fhi benar-benar minta maaf.”
“ Gak apa-apa sayangku...”
“Tapi, Mas udah mau berangkat kerja?...Mas fhi minta maaf, sarapan  dan pakaian Mas gimana?..Maafin Fhi mas”
Fhi terus banyak tanya, ia merasa bersalah pada suaminya. Pagi itu ia tak melayani suaminya seperti biasa.
“ Gak apa-apa sayangku, cintaku, semua pekerjaan rumah sudah beres dan Mas juga sudah buat sarapan buat istri Mas tercinta, hari ini Mas minta cuti satu hari, Mas gak ngantor, Mas ingin bersama Adinda hari ini 1 hari Full, jarang-jarangkan.”
“ Mas cuti untuk fhi?...mas juga sudah membereskan semuanya...Ya Allah Mas, fhi benar-benar minta Maaf . .”
“ Gak apa-apa sayangku, hari ini Adinda akan menjadi tuan putri Mas, mas akan melayani adinda sepuas adinda, tadi mas lihat sepertinya adinda capek banget, tidurnya pulas gitu, untung lagi gak shalat, liat tu laptopnya masih terbuka kayak gitu, emang semalam sampe jam berapa buat ceritanya?”
“ hehehe..maaf mas, habis semalam nyelesain semua cerpen-cerpen yang sempat tertunda, jadi tidurnya lumayan malam.”
 “ ya sudah sekarang Adinda mandi so sarapan dan siap-siap secantik mungkin, mas pengen ngajak Adinda ke suatu tempat, Adinda pasti seneng, ok. Sana cepet.”
“ Ok bos, Makasih banyak ya suamiku tercinta... love you so much, mmmuuaacch”
“ Ya sudah mas angkat telepon dulu, sana cepat mandi”
Suami fhi beranjak menuju luar kamar, sedangkan ia masih termenung dengan memikirkan mimpi nya semalam, ia senang dianugrahi Suami yang Sholeh lagi penyayang dan sangat mencintainya.
Hemmm..Mas Rafiq adalah anugrah yang terbesar dalam hidupku, Seseorang yang takkan ku sia-siakan kehadirannya. Aku sangat mencintaimu Mas....(bisik fhi).

Special for : Ustazd Bro ku


[1] Melakukan maksiat atas nama cinta, (sering kita dengar muda-mudi sekarang karena cinta, mereka melakukan hal-hal yang tak seharusnya mereka lakukan)

1 komentar:

  1. Hallo.. Berjumpa lagi bersama kami S128Cash Bandar Betting Online Terpopuler dan Terbesar di Indonesia, ingin mengajak Anda bergabung bersama kami.
    Kami selaku Bandar Betting Online Terpopuler dan Terbesar, pastinya menyediakan semua permainan Terbaik, seperti Sportsbook, Live Casino, Sabung Ayam Online, IDN Poker dan masih banyak permainan lainnya.
    Hanya dengan minimal deposit Rp 25.000,- Anda sudah dapat menikmati semua permainan yang ada dan juga dapat mengikti PROMO BONUS yang tersedia.
    Berikut PROMO BONUS S128Cash :
    - BONUS NEW MEMBER 10%
    - BONUS DEPOSIT SETIAP HARI 5%
    - BONUS CASHBACK 10%
    - BONUS 7x KEMENANGAN BERUNTUN !!

    Apalagi yang Anda tunggu? Segera bergabung bersama kami dan raih kemenangan Anda.
    Hubungi kami :
    - Livechat : Live Chat Judi Online
    - WhatsApp : 081910053031

    Link Alternatif :
    - http://www.s128cash.biz

    Judi Bola

    Judi Bola 123

    BalasHapus